SELAMA DATANG DI BLOGSPOT PENDAMPING LOKAL DESA KECAMATAN PAGUYAMAN PANTAI

Selasa, 01 September 2026

PEMANFAATAN DANA DESA

PEMANFAATAN DANA DESA MELALUI PROGRAM KETAHANAN PANGAN
KEGIATAN BUDIDAYA AYAM PETELUR

Nama Desa                               : Towayu
Kecamatan                                : Paguyaman Pantai
Kabupaten                                : Boalemo
Propinsi                                   : Gorontalo

 Identitas Penulis
Nama Posisi TPP

Nama                        Subyanto Abdul
Posisi                        Pendamping Lokal Desa
Lokasi Tugas            Limbatihu,Bukit Karya,Towayu,Bangga

Peran TPP dalam Pelaksanaan Kegiatan Praktik terbaik
  1. Mendampingi Pemerintah Desa dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan APBDes agar focus pada Program Ketahanan Pangan Tepat sasaran.
  2. Mengarahkan Pemetaan potensi wilayah agar Program Ketahanan Pangan baik untuk Pertanian,Perkebunan,dan Peternakan sesuai karakteristik wilayah.
  3. Mendorong Penguatan Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar menjadi Penggerak Ekonomi Pangan di Desa.
Deskrifsi Praktik 

a.     Tema Kegiatan

Ketahanan Pangan

b.     Nama Kegiatan/Program

Optimalisasi Pemanfaatan Dana Desa melalui Budidaya Ayam Petelur

c.     Tahun Anggaran Dana Desa

Tahun 2025 – 2026

d.     Latar Belakang

1.   Desa sering kali menghadapi kerentanan ekonomi akibat fluktuasi harga telur yang menyebabkan tidak semua masyarakat dapat mengases sumber protein secara konsisten.

2.    Desa selama ini sangat bergantun pada pasokan telur dari luar daerah atau Kota/Kabupaten yang menyebabkan harga komoditas ditingkat konsumen desa menjadi tinggi akibat biayan distribusi yang mahal.

3.    Komoditas telur Ayam mengalami lonjakan harga secara dratis saat hari besar keagamaan atau kenaikan harga pakan global sehingga memberatkan daya beli keluarga prasejahtera

4.    Rendahnya kemampuan ekonomi untuk membeli protein hewani secara rutin berdampak lansung tingginya angka kasus Stunting dan kurangnya Gizi pada balita di desa.

e.     Potensi

1.     Banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk usaha Ayam Petelur.

2.     Telur merupakan Kebutuhan Pokok yang dikonsumsi oleh hamper semua warga Masyarakat Desa setempat maupun Masyarakat luar.

3.     Usaha Ayam petelur bisa membuka peluan kerja dan meningkatkan Pendapatan masyarak setempat.

4.     Ada kepastian hukum dan finasial bagi penyertaan modal Bumdes.

f.      Tujuan Program

1.    Mendorong kemandirian pangan melalui melalui produksi telur.

2.    Memenuhi kebutuhan konsumsi telur segar secara mandiri ditingkat local tanpa bergantung penuh pada pasokan distributor luar.

3.    Menyediakan akses pangan hewani yang mudah terjangkau bagi keluarga prasejatera dan balita memlalui intervensi program Posyandu Desa.

4. Memanfaatkan Alokasi Dana Desa untuk membangun unit usaha yang dikelola secara propesional oleh BUMDes.

A.   Perencanaan

  1. Melalui Musyawarah Desa Rencana Kerja Pemerintah Desa dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa untuk menetapkan Dana Ketahanan Pangan 20% dari Anggaran Dana Desa Tahun 2025.
  2. Anggaran Dana Desa Tahun 2025 sebesar Rp. 642.135.000, (Enam ratus empat puluh dua juta seratus tiga puluh lima ribu rupiah)
  3. Alokasi Anggaran Ketahanan Pangan kurang lebih 20% sebesar Rp. 128.837.350 (Seratus dua puluh delapan juta Delapan ratus tiga puluh tujuh ribu tiga ratus lima puluh rupiah) dari 642.135.000 (Enam ratus empat puluh dua juta seratus tiga puluh lima ribu rupiah)
  4. Perencanaan dilanjutkan dengan Penyusunan Proposal usaha,Rab,dan Analisa Kelayakan Usaha.

Pelaksanaan Program
  1. Pelaksana Program Ketahanan Pangan sesuai kesepakatan dalam musyawarah Desa Khusus dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)Tokasi Desa Towayu Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Propinsi Gorontalo.
  2. Lahan seluas 50 Meter x 30 meter untuk Pembangunan Kandang Ayam dengan ukuran bangunan 4 x 12 Meter.
  3. Pekerjaan dimulai dari Pembersihan lahan yang melibatkan tenaga kerja 6 orang.
  4. Pembangunan Kandang dimulai pada bulan Desember 2025 sampai dengan Januari 2026 melibatkan 4 tenaga kerja terdiri dari Tukang 2 Orang dan Pekerja/Pembantu Tukan 2 Orang.Pembangunan Kandang selesai dalam waktu kurang lebih 1 Bulan untuk siap dipakai.
  5. Budidaya Ayam petelur dimulai pada Akhir Januari 2026 dengan pemeliharaan Ayam Petelur,monitoring kelayakan bibit ayam petelur,pemberian Pakan teratur,Pengaturan Kandang,dan Pemantauan Kesehatan dengan Pertumbuhan optimal,selama sekitar 2 bulan ayam masih fase pertumbuhan sehingga belum menghasilkan telur dengan baik,maka biaya pemeliharaan ayam difokuskan pada Pakan serta Perawatan.
  6.  Realisasi Anggaran Dana Desa melelui Ketahanan Pangan  sebesar Rp. 128.837.350 (Seratus dua puluh delapan juta Delapan ratus tiga puluh tujuh ribu tiga ratus lima puluh rupiah) digunakan untuk :
  7. -        Pembangunan Kandang                 Rp. 51.113.350

    -        Pembelian Bibit Ayam 400 Ekor     Rp. 42.024.000

    -        Persediaan Pakan selama 3 bulan  Rp. 31.200.000

    -        Pendampingan Oprasional             Rp.   4.500.000

                                     Jumlah                                               Rp 128.837.350
Testimoni Program Kegiatan.

Ayam Petelur sudah dilokasi kegiata  yang di distribusikan dari tempat pembelian sampai Lokasi kegiatan.Tenaga Kerja telah memasukan Ayam tersebut dalam kandangnya.



Pada hari berikutnya Pekerja telah memberikan Pakan atau makanan terhadap ayam sesuai petunjuk dari tekninya.




Dokumentasi Foto Kegiatan

Musdes Tematik Ketahanan Pangan TA 2025 menyepakati anggaran dana desa Rp. 128.837.350 untuk penyertaan modal BUMDes Tokasi yang rencananya untuk digunakan untuk pembangunan kandang sebesar Rp 51.133.350, Pembelian 400 ekor ayam petelur (pullet) sebesar Rp. 42.024.000, Penyediaan Pakan selama 3 Bulan sebesar Rp. 31.200.000,Pendampingan Teknis dan operasional Rp. 4.500.000

Lahan untuk Pembangunan Kandang Ayam Petelur dengan luas 50 x 30 Meter
Pembersihan Lahan untuk Pembangunan Kandang Ayam Petelur yang melibatkan Pekerja  warga Desa setempat berjumlah 4 orang

Pembangunan Kandang dilaksanakan secara bertahap mulai dari pembuatan rangka bangunan pemasangan atap hingga pemasangan kandang battery serta alat pendukung lainnya,seperti air,Listrik dan perlengkapan lainnya.


Pembelian Bibit Ayam Petelur berjumlah 400 ekor di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bonebolango Propinsi Gorontalo,


Perjalan dari Kecamatan Suwawa menuju Lokasi Kegiatan di Desa Towayu Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo cukup jauh sehingga Bibit tiba dilokasi Kegiatan sudah malam hari.

Bibit ayam sudah dalam kandang yang sudah tersedia

Pemberian Pakan Pemberian Pakan Ayam Petelur ini 2 sampai 3 kali sehari. 

Pendamping Lokal Desa Bersama BPD Desa Towayu Kecamatan Paguyaman Pantai telah monitoring Pelaksanaan Kegiatan Ketahanan Pangan dibidang Peternak Ayam Petelur

Produksi telur yang dihasilkan secara normal perhari mencapai 394 butir dan mampu menghasilkan sebesar Rp. 712.800 perhari masih dalam perhitungan kotor.


Selasa, 21 Juli 2026

SERAH TERIMA JABATAN KEPALA DESA

 BANGGA 21 JULI 2026

BANGGA PAGUYAMAN PANTAI — Pemerintah Desa Bangga, Kecamatan Paguyaman Pantai, menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Desa Bangga yang berlangsung dengan lancar dan khidmat di Aula Kantor Desa Bangga  pada Hari Selasa 21 Juli 2026

Acara ini menandai penyerahan tampuk kepemimpinan dan wewenang tata kelola pemerintahan desa dari Pejabat Lama kepada Kepala Desa Bangga yang baru, 

Rangkaian Sertijab diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Bupati, penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan, serta penyerahan dokumen memori jabatan dan aset Desa Bangga secara simbolis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Paguyaman Pantai beserta  Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Perangkat Desa, Pendamping Lokal Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, serta jajaran TP-PKK Desa Bangga.

Sementara itu, Kepala Desa Bangga yang baru, Bapak Hendri Palowa dalam pidato perdananya menyampaikan komitmen untuk merangkul seluruh elemen masyarakat guna merajut kebersamaan dan membawa Desa Bangga menuju arah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang tidak bisa saya jalankan sendiri. Saya mengajak seluruh komponen masyarakat, BPD, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemerintah Desa Bangga untuk saling bergotong royong, memperkuat transparansi, serta memajukan potensi yang ada di Kecamatan Paguyaman Pantai ini," ujarnya.


Suasana keharuan dan rasa syukur menyelimuti warga Desa Bangga, Kecamatan Paguyaman Pantai. Setelah kurang lebih 4 bulan lamanya masyarakat menanti dalam ketidakpastian akibat kekosongan posisi Kepala Desa, kini harapan baru itu resmi hadir.

Kehadiran Kepala Desa  yang baru disambut hangat oleh seluruh lapisan masyarakat. Masa transisi selama empat bulan bukanlah waktu yang singkat; berbagai urusan pelayanan dan dinamika pembangunan desa sempat merindukan hadirnya sosok pemimpin utama. Oleh karena itu, momentum sertijab ini dirasakan bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan awal dari kebangkitan kembali tata kelola Desa Bangga. Warga berharap, di bawah kepemimpinan yang baru, pelayanan publik kembali optimal dan roda pembangunan dapat melaju pesat membawa kemajuan serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.


Jujur harus kita akui, 4 bulan tanpa adanya Kepala Desa bukanlah masa-masa yang mudah bagi desa kita. Ada kerinduan akan sosok pengayom yang bisa mengarahkan, mengandeng, dan mengambil keputusan-keputusan penting demi kemajuan desa. Hari ini, penantian panjang itu akhirnya terjawab. Rasa syukur yang mendalam kami haturkan atas hadirnya Kepala Desa Bangga yang baru. Kami siap mendukung penuh langkah dan program kerja Bapak/Ibu Kepala Desa ke depan demi membawa Desa Bangga menjadi lebih baik, adil, dan sejahtera.

Rasa syukur dan lega disampaikan oleh Pendamping Lokal Desa (PLD) SUBYANTO ABDUL. Pasca-pelantikan dan Sertijab Kepala Desa yang baru, program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang sempat tertahan akhirnya resmi direalisasikan dan disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Masa kekosongan kepemimpinan selama empat bulan sebelumnya sempat berdampak pada tertundanya beberapa administrasi vital, termasuk pencairan anggaran BLT Dana Desa yang sangat dinantikan warga. Dengan hadirnya Kepala Desa yang baru, proses penetapan dan verifikasi dapat segera dirampungkan sehingga hak-hak masyarakat berhak dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.

Saya selaku Pendamping Lokal Desa menyambut baik dan sangat bersyukur atas gerak cepat Kepala Desa yang baru. Kehadiran beliau menjadi kunci terurai pemblokiran administrasi sehingga penyaluran BLT Dana Desa ini bisa langsung direalisasikan. Ini adalah bukti nyata komitmen kepemimpinan baru dalam memprioritaskan kesejahteraan warga Desa Bangga," ujar Pendamping Lokal Desa (SUBYANTO ABDUL).


#PemerintahDesaBangga

#PendampingLokalDesa


Pelaksanaan Koordinasi dan Fasilitasi Penginputan Data Indeks Desa (ID)

 BANGGA 21 JULI 2026


Dalam rangka mengoptimalkan tata kelola pemutakhiran data pembangunan desa yang akurat dan akuntabel, Pemerintah Desa Bangga bersama  Pendamping Lokal Desa telah melaksanakan rangkaian kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Penginputan Data Indeks Desa (ID).

Kegiatan koordinasi diawali dengan penyamaan persepsi mengenai indikator-indikator penting dalam Indeks Desa yang mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap variabel data yang dikumpulkan mencerminkan kondisi objektif masyarakat Desa Bangga saat ini.

Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pemetaan instrumen data—seperti aspek pelayanan dasar, ketahanan ekonomi, dan kualitas lingkungan—tetapi juga memberikan fasilitasi teknis secara langsung kepada para petugas pendata di Desa Bangga.

Dengan pendampingan yang terarah, proses penginputan data berjalan lancar dan terkawal dengan baik. Harapannya, hasil pemutakhiran data Indeks Desa ini menjadi pijakan kuat bagi Desa Bangga dalam menetapkan prioritas program kerja serta mendorong peningkatan status kemandirian desa secara berkelanjutan

Selanjutnya, dilakukan pendampingan dan fasilitasi teknis secara langsung kepada tim penyusun/perangkat desa dalam proses verifikasi, validasi, hingga penginputan data ke dalam sistem Indeks Desa. Melalui kegiatan fasilitasi ini, kendala teknis dalam proses pengisian data dapat teratasi dengan baik, sehingga penyusunan dokumen data Indeks Desa Bangga dapat diselesaikan secara tepat waktu, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai acuan perencanaan pembangunan desa ke depan.


Sebagai langkah strategis dalam mengukur perkembangan dan status kemandirian wilayah, Pendamping Lokal Desa dan Pemerintah Desa Bangga melaksanakan kegiatan penginputan data Indeks Desa. Proses ini mencakup pengumpulan, verifikasi, dan validasi data faktual dari berbagai indikator utama, meliputi dimensi sosial, ekonomi, serta kelestarian lingkungan/ekologi.

Penginputan data dilakukan secara cermat oleh tim penyusun dengan mengacu pada kondisi riil di lapangan serta didukung oleh dokumen administratif yang sah. Melalui penginputan data yang akurat dan terintegrasi ini, diharapkan hasil Indeks Desa Bangga dapat menjadi pijakan utama yang transparan dan akuntabel dalam menyusun arah kebijakan, program kerja, serta prioritas pembangunan desa pada masa mendatang.

Data yang presisi adalah kunci utama pembangunan yang tepat sasaran! Pemerintah Desa Bangga telah menyelesaikan tahap penginputan data Indeks Desa.

Mulai dari pemetaan akses pelayanan dasar, potensi ekonomi lokal, hingga ketahanan lingkungan masyarakat Desa Bangga, seluruh variabel data telah diverifikasi dan diinput ke dalam sistem. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Desa Bangga dalam mendorong percepatan pembangunan, melayani kebutuhan masyarakat secara optimal, dan memperkuat status kemandirian desa.

#PemerintahDesaBangga

#TimPenginfutDataIndeksDesa

#PendampingLokalDesa 


 @HendriPalowa

@TewoBano

@SubyantoAbdul




Jumat, 26 Juni 2026

REMBUK STUNTING

 LIMBATIHU PAGUYAMAN PANTAI  26 JUNI 2026

LIMBATIHU – Pemerintah Desa Limbatihu berkomitmen penuh dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting. Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Rembuk Stunting Desa yang digelar di Aula Kantor Desa Limbatihu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan,Kepala Puskesmas Paguyaman Pantai Kepala Desa Limbatihu, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Penggerak PKK, Petugas Kesehatan dari Puskesmas setempat, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, serta tokoh masyarakat.

Dalam Sambutan Pemerintah Kecamatan Paguyaman Pantai terus bergerak cepat dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Langkah nyata ini diawali dengan dibukanya secara resmi kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Desa Limbatihu oleh Camat Paguyaman Pantai.


Dalam sambutan pembukaannya, Camat Paguyaman Pantai Bapak RADIUS PANDJU, SE menekankan bahwa penanganan stunting memerlukan komitmen kerja keras dan sinergi yang kuat dari semua lini, mulai dari tingkat kecamatan hingga ke kader-kader di dusun.

Beliau mengingatkan bahwa investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah dengan menyiapkan generasi muda yang sehat dan cerdas.

"Rembuk Stunting ini bukan sekadar seremonial atau pemenuhan dokumen administratif saja. Ini adalah wadah krusial untuk mengintegrasikan program kerja kita. Saya meminta kepada Kepala Desa Limbatihu  untuk memastikan Dana Desa juga diprioritaskan untuk intervensi stunting secara tepat sasaran," tegas Camat dalam arahannya.

Dalam Sambutan Kepala Desa Limbatihu Bapak ASNATO PONTOH, SH memberikan perhatian serius terhadap penanganan masalah stunting di wilayahnya. Hal ini ditegaskan secara langsung dalam  kegiatan Rembuk Stunting Desa yang berlangsung di Aula Kantor Desa Limbatihu.Di hadapan para perangkat desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat, Kepala Desa menyampaikan bahwa masa depan Desa Limbatihu sangat bergantung pada kualitas kesehatan generasi muda yang ada saat ini.

Dalam arahannya, Kepala Desa Limbatihu mengingatkan seluruh peserta yang hadir bahwa urusan stunting bukan semata-mata tugas petugas puskesmas atau kader posyandu saja. Ini adalah persoalan hulu ke hilir yang memerlukan kerja gotong royong.

"Stunting ini adalah ancaman nyata bagi masa depan desa kita. Anak-anak yang mengalami stunting akan kesulitan bersaing di masa depan karena tumbuh kembangnya terganggu. Oleh karena itu, saya minta seluruh elemen desa—dari kepala dusun,  PKK, hingga tokoh agama—untuk ikut peduli dan bergerak bersama," ujar Kepala Desa Limbatihu dalam sambutannya.


 Pendamping Lokal Desa (PLD) SUBYANTO ABDUL mengambil peran penting dalam memberikan arahan fasilitasi pada kegiatan Rembuk Stunting Desa. Dalam forum musyawarah tersebut, PLD menekankan pentingnya sinkronisasi antara regulasi kementerian dengan implementasi penggunaan Dana Desa untuk program prioritas nasional.

Di hadapan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan para kader kesehatan, PLD menguraikan bagaimana Dana Desa harus dioptimalkan demi mewujudkan desa yang sehat dan bebas dari ancaman stunting.

Dalam arahannya, Pendamping Lokal Desa mengingatkan bahwa penanganan stunting bukan lagi sekadar imbauan, melainkan amanat regulasi yang wajib diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

"Sesuai dengan prioritas penggunaan Dana Desa yang diatur oleh Kementerian Desa, penanganan stunting memiliki porsi yang sangat jelas. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa usulan-usulan teknis dari para kader posyandu dan KPM hari ini dapat terkawal hingga masuk ke dalam dokumen penganggaran desa tahun depan," jelas PLD dalam arahannya.

Untuk memastikan program berjalan efektif dan akuntabel, Pendamping Lokal Desa memberikan beberapa catatan kritis yang harus diperhatikan oleh pemangku kebijakan di desa:

  • Validasi Data Konvergensi: Meminta Kader Pembangunan Manusia (KPM) untuk menyajikan data yang akurat (by name, by address) mengenai balita stunting, gizi buruk, maupun ibu hamil berisiko, agar intervensi anggaran tidak salah sasaran.

  • Keseimbangan Intervensi Spesifik dan Sensitif: Mengarahkan desa agar tidak hanya fokus pada pemberian makanan tambahan (intervensi spesifik), tetapi juga mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur penunjang seperti pembangunan jamban sehat, sumur bor, atau akses air bersih (intervensi sensitif).

  • Insentif dan Kapasitas Kader: Mendorong pemerintah desa untuk tetap memperhatikan kesejahteraan dan peningkatan kapasitas para kader melalui pelatihan, karena mereka adalah ujung tombak validasi data di lapangan.

PLD juga menegaskan bahwa tugas pendampingan tidak berhenti setelah Rembuk Stunting ini selesai. Hasil dari rembuk ini berupa Berita Acara yang memuat daftar usulan prioritas akan terus dikawal dalam tahapan perencanaan desa berikutnya, yaitu Musyawarah Desa (Musdes) dan Musrenbangdes.

Rangkaian agenda Rembuk Stunting Desa Limbatihu resmi berakhir dengan sukses. Forum musyawarah yang berlangsung dinamis di Aula Kantor Desa Limbatihu tersebut resmi ditutup setelah berhasil menyepakati dokumen berita acara dan daftar usulan prioritas penanganan stunting untuk tahun anggaran mendatang.

Seluruh elemen yang hadir—mulai dari Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Lokal Desa (PLD), perwakilan Puskesmas, hingga para kader kesehatan—menyepakati komitmen bersama demi mewujudkan Desa Limbatihu bebas stunting.


Sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian acara,  rembuk berkumpul di bagian depan aula untuk melakukan sesi foto bersama.

#Pemerintah Kecamatan Paguyaman pantai
#Pemerintah Desa Limbatihu
#TPP Paguyaman Pantai

Rabu, 24 Juni 2026

MENANTI,KEPASTIAN

 BANGGA 24 JUNI 2024

BANGGA- Dampak dari belum dilantiknya Penjabat (Pj) Kepala Desa Bangga kini mulai memukul perekonomian masyarakat. Akibat kekosongan kepemimpinan yang sah, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa terhambat total dan belum bisa dicairkan hingga saat ini.

Masyarakat Desa Bangga Kecamatan Paguyaman Pantai kini tengah diselimuti rasa ketidakpastian. Hingga saat ini, proses pelantikan Penjabat (Pj) Kepala Desa Bangga masih belum menemui titik terang. Penundaan yang berlarut-larut ini mulai memicu kekhawatiran terkait roda pemerintahan dan pelayanan publik di desa mereka.

Menurut penuturan sejumlah tokoh masyarakat, kekosongan kepemimpinan definitif atau Pj yang sah membuat beberapa urusan administrasi desa menjadi terhambat. Warga mengaku bingung karena hingga detik ini belum ada kejelasan resmi  mengenai kapan pelantikan akan dilaksanakan.

Kondisi ini memicu keresahan mendalam di kalangan warga, terutama bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sangat bergantung pada bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Sesuai dengan regulasi yang berlaku, pencairan dan pengelolaan Dana Desa—termasuk alokasi untuk BLT—wajib ditandatangani oleh Kepala Desa definitif atau Penjabat (Pj) yang memiliki SK sah dari Pemerintah Daerah. Tanpa adanya pejabat yang berwenang, pihak bank dan dinas terkait tidak berani mencairkan anggaran tersebut.

Sekdes menjelaskan bahwa secara aturan perundang-undangan, perangkat desa tidak memiliki hak dan wewenang untuk menandatangani dokumen pencairan Dana Desa maupun APBDes. Kewajiban tersebut mutlak berada di tangan Kepala Desa definitif atau Penjabat (Pj) Kades yang memiliki SK resmi dari Bupati.

"Kami sangat mengharapkan uang BLT itu untuk beli beras dan kebutuhan dapur. Tapi kata petugas di desa, uangnya tidak bisa keluar karena belum ada Kepala Desa atau Pj yang tanda tangan. Kami kecewa kenapa urusan pelantikan ini lama sekali," keluh salah satu warga penerima manfaat.

Perangkat desa bersama BPD menyampaikan  Berkas pengusulan Pj Kades sebenarnya sudah diajukan ke tingkat kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sejak jauh hari, namun hingga kini SK Pelantikan belum juga turun.


Macetnya pelantikan Penjabat (Pj) Kepala Desa Bangga sejak mundurnya Kades definitif pada 1 April 2026 telah berdampak fatal pada macetnya BLT Dana Desa dan pelayanan publik. Karena masalah ini sudah berlarut-larut (menjelang akhir Juni 2026), maka diperlukan langkah-langkah taktis dan cepat untuk mendobrak sumbatan birokrasi di tingkat kabupaten.

Pendamping Lokal Desa menyampaikan Tindakan yang harus di lakukan adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bangga bersama Camat harus melakukan audiensi khusus (tatap muka langsung) ke Kepala Dinas PMD dan bagian Hukum Setda Kabupaten, bukan sekadar mengirim surat resmi.Dan juga kami menyarankan bahwa mintalah persetujuan tertulis dari Bupati agar Sekertaris Desa bersama Camat dapat memproses pencairan BLT Dana Desa demi alasan darurat kemanusiaan.


Jumat, 19 Juni 2026

RAKOR

 TOWAYU 19 JUNI 2026

Asslamulaikum warahmatullahi wabarakatu

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga Desa Dampingan saya diberikan kepercayaan dan kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam kegiatan Rapat Koordinasi Tim Pendamping Profesional (TPP) Tingkat Kabupaten Boalemo Propinsi Gorontalo.


Saya atas nama Pendamping Lokal Desa Kecamatan Paguyaman Pantai  menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada,Koordinator TPP Kabupaten Boalemo serta seluruh pihak yang telah mempercayakan desa kami sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan yang penting ini. Kepercayaan tersebut merupakan suatu kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, kerja sama, dan partisipasi dalam mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kami menyadari bahwa kegiatan rapat koordinasi ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas pendampingan, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program-program pembangunan desa. Oleh karena itu, kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari proses penting tersebut.

Semoga melalui kegiatan ini terjalin komunikasi yang semakin baik, lahir berbagai gagasan dan solusi yang bermanfaat, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan desa-desa di seluruh wilayah kabupaten. Kami juga berharap para peserta dapat merasa nyaman selama berada di desa kami dan membawa kesan yang baik setelah kegiatan ini berakhir.


Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Selamat mengikuti Rapat Koordinasi TPP Tingkat Kabupaten. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.

Kesan:
Kegiatan ini berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kami mendapatkan banyak wawasan, pengalaman, serta kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan koordinasi antar pendamping profesional. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan dan pelayanan kepada masyarakat desa.

Pesan:
Semoga hasil dari rapat koordinasi ini dapat memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme pendamping desa, serta melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan desa. Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi keberhasilan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Terima kasih kepada seluruh  narasumber, peserta, dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Mohon maaf apabila dalam penyambutan dan pelayanan masih terdapat kekurangan. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas pengabdian untuk kemajuan desa.


PLD PAGUYAMAN PANTAI


Kamis, 18 Juni 2026

REMBUK STUNTING

 BUKIT KARYA 19 JUNI 2026

PUTUS RANTAI STUNTING DEMI GENERASI EMAS

Pelaksanaan Kegiatan Rembuk Stunting di Desa Bukit Karya Kecamatan Paguyaman Pantai yang di Hadiri oleh Bapak Camat Paguyaman Pantai dan Kepala Puskesmas Paguyaman Pantai

Dalam Sambutan  Camat Paguyaman Pantai Bapak Radius Pandju SE

Sebuah bangsa yang besar tidak hanya dibangun dari megahnya infrastruktur, melainkan dari kokohnya kualitas manusia yang mendiaminya. Namun, bagaimana kita bisa bermimpi tentang masa depan yang gemilang jika hari ini anak-anak kita—sang pemilik masa depan—masih terbelenggu oleh ancaman stunting?

Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan yang kurang. Lebih dari itu, stunting adalah pertaruhan masa depan: tentang kecerdasan anak yang tidak maksimal, daya tahan tubuh yang rentan, dan produktivitas bangsa yang terancam melambat.

Hari ini, kita berkumpul di ruang yang sama bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban seremonial. Rembuk Stunting ini adalah medan perang kita melawan ketertinggalan. Di sinilah kita menyatukan komitmen, mengesampingkan ego sektoral, dan merajut kolaborasi.

Akhir Sambutan Camat Paguyaman Pantai adalah Melalui Rembuk Stunting ini, mari kita pastikan setiap program yang direncanakan benar-benar menyentuh kelompok sasaran: para ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Jangan ada lagi anggaran yang menguap untuk hal-hal yang tidak berdampak langsung.

"Anak-anak hari ini adalah wajah Indonesia di masa depan. Berinvestasi pada gizi mereka hari ini adalah cara kita memastikan Indonesia tidak hanya bertahan, tapi memimpin di panggung dunia."


Kepala Puskesmas Paguyaman Pantai menyampaikan Jauh lebih krusial dari itu, stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan gagal kembang akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—yaitu sejak anak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Mengapa kita harus cemas? Karena perkembangan otak anak yang stunting terhambat. Ketika otaknya tidak berkembang maksimal, maka kemampuan belajarnya di masa depan akan menurun. Imun tubuhnya juga lemah, sehingga mudah sakit. Secara medis, stunting yang sudah lewat dari usia 2 tahun akan sangat sulit, bahkan hampir mustahil untuk dipulihkan sepenuhnya.

Obat stunting bukan sekadar vitamin atau susu yang diberikan saat anak sudah divonis stunting. Obat terbaik dari stunting adalah kepedulian dan gotong royong kita semua. Puskesmas menangani sisi medisnya, tetapi desa mendukung dari sisi ketahanan pangan, sanitasi, dan edukasi warganya.

Mari kita jadikan momentum ini untuk merapatkan barisan. Jangan biarkan ada satu pun ibu hamil dan balita di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman Pantai yang luput dari perhatian dan pelayanan kita.


Pendamping Desa Kecamatan Paguyaman Pantai Bapak Amsar Miyodu SE Menyampaikan bahwa Peran Pendamping Desa dalam Rembuk Stunting sangat strategis.  bukan sekadar pengamat, melainkan fasilitator utama yang memastikan isu stunting ini masuk ke dalam sistem perencanaan dan penganggaran desa (RKP Desa dan APB Desa).

Secara regulasi (Permendesa PDTT), penanganan stunting merupakan salah satu prioritas penggunaan Dana Desa. Berikut adalah peran konkret 

Rembuk Stunting seringkali macet karena ego sektoral atau kebingungan kader. Peran Pendamping Desa adalah mempertemukan semua pihak: Pemerintah Desa, BPD, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Bidan Desa, dan Tokoh Masyarakat.

Aksi Nyata: Memastikan Rembuk Stunting dilaksanakan sebelum Musyawarah Desa (Musdes) RKP Desa. Tujuannya agar hasil rekomendasi rembuk stunting wajib diadopsi dalam RKP Desa tahun berikutnya.

Salam


PEMANFAATAN DANA DESA

PEMANFAATAN DANA DESA MELALUI PROGRAM KETAHANAN PANGAN KEGIATAN BUDIDAYA AYAM PETELUR Nama Desa                               : Towayu Kecam...