SELAMA DATANG DI BLOGSPOT PENDAMPING LOKAL DESA KECAMATAN PAGUYAMAN PANTAI

Kamis, 18 Juni 2026

REMBUK STUNTING

 BUKIT KARYA 19 JUNI 2026

PUTUS RANTAI STUNTING DEMI GENERASI EMAS

Pelaksanaan Kegiatan Rembuk Stunting di Desa Bukit Karya Kecamatan Paguyaman Pantai yang di Hadiri oleh Bapak Camat Paguyaman Pantai dan Kepala Puskesmas Paguyaman Pantai

Dalam Sambutan  Camat Paguyaman Pantai Bapak Radius Pandju SE

Sebuah bangsa yang besar tidak hanya dibangun dari megahnya infrastruktur, melainkan dari kokohnya kualitas manusia yang mendiaminya. Namun, bagaimana kita bisa bermimpi tentang masa depan yang gemilang jika hari ini anak-anak kita—sang pemilik masa depan—masih terbelenggu oleh ancaman stunting?

Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan yang kurang. Lebih dari itu, stunting adalah pertaruhan masa depan: tentang kecerdasan anak yang tidak maksimal, daya tahan tubuh yang rentan, dan produktivitas bangsa yang terancam melambat.

Hari ini, kita berkumpul di ruang yang sama bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban seremonial. Rembuk Stunting ini adalah medan perang kita melawan ketertinggalan. Di sinilah kita menyatukan komitmen, mengesampingkan ego sektoral, dan merajut kolaborasi.

Akhir Sambutan Camat Paguyaman Pantai adalah Melalui Rembuk Stunting ini, mari kita pastikan setiap program yang direncanakan benar-benar menyentuh kelompok sasaran: para ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Jangan ada lagi anggaran yang menguap untuk hal-hal yang tidak berdampak langsung.

"Anak-anak hari ini adalah wajah Indonesia di masa depan. Berinvestasi pada gizi mereka hari ini adalah cara kita memastikan Indonesia tidak hanya bertahan, tapi memimpin di panggung dunia."


Kepala Puskesmas Paguyaman Pantai menyampaikan Jauh lebih krusial dari itu, stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan gagal kembang akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—yaitu sejak anak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Mengapa kita harus cemas? Karena perkembangan otak anak yang stunting terhambat. Ketika otaknya tidak berkembang maksimal, maka kemampuan belajarnya di masa depan akan menurun. Imun tubuhnya juga lemah, sehingga mudah sakit. Secara medis, stunting yang sudah lewat dari usia 2 tahun akan sangat sulit, bahkan hampir mustahil untuk dipulihkan sepenuhnya.

Obat stunting bukan sekadar vitamin atau susu yang diberikan saat anak sudah divonis stunting. Obat terbaik dari stunting adalah kepedulian dan gotong royong kita semua. Puskesmas menangani sisi medisnya, tetapi desa mendukung dari sisi ketahanan pangan, sanitasi, dan edukasi warganya.

Mari kita jadikan momentum ini untuk merapatkan barisan. Jangan biarkan ada satu pun ibu hamil dan balita di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman Pantai yang luput dari perhatian dan pelayanan kita.


Pendamping Desa Kecamatan Paguyaman Pantai Bapak Amsar Miyodu SE Menyampaikan bahwa Peran Pendamping Desa dalam Rembuk Stunting sangat strategis.  bukan sekadar pengamat, melainkan fasilitator utama yang memastikan isu stunting ini masuk ke dalam sistem perencanaan dan penganggaran desa (RKP Desa dan APB Desa).

Secara regulasi (Permendesa PDTT), penanganan stunting merupakan salah satu prioritas penggunaan Dana Desa. Berikut adalah peran konkret 

Rembuk Stunting seringkali macet karena ego sektoral atau kebingungan kader. Peran Pendamping Desa adalah mempertemukan semua pihak: Pemerintah Desa, BPD, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Bidan Desa, dan Tokoh Masyarakat.

Aksi Nyata: Memastikan Rembuk Stunting dilaksanakan sebelum Musyawarah Desa (Musdes) RKP Desa. Tujuannya agar hasil rekomendasi rembuk stunting wajib diadopsi dalam RKP Desa tahun berikutnya.

Salam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SERAH TERIMA JABATAN KEPALA DESA

 BANGGA 21 JULI 2026 BANGGA PAGUYAMAN PANTAI — Pemerintah Desa Bangga, Kecamatan Paguyaman Pantai, menggelar acara Serah Terima Jabatan (Se...