SELAMA DATANG DI BLOGSPOT PENDAMPING LOKAL DESA KECAMATAN PAGUYAMAN PANTAI

Selasa, 21 April 2026

REMBUK STUNTING

 PEMERINTAH DESA  GELAR REMBUK STUNTING 

Towayu 21 Apri 2026,Pemerintah Desa Towayu melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah desa. Kegiatan ini berlangsung di Kantor  Desa Towayu Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo dan dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Paguyaman Pantai, perangkat desa, kader posyandu, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat.


Dalam sambutan Camat Paguyaman Pantai Bapak RADIUS PANDJU SE Permasalahan stunting merupakan isu serius yang harus kita tangani bersama. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, produktivitas di masa depan, serta kualitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan Rembuk Stunting ini, Bapak Camat Paguyaman Pantai mengapresiasi langkah Pemerintah Desa yang telah menginisiasi forum musyawarah untuk membahas secara terbuka kondisi stunting di desa, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis yang tepat sasaran.

Perlu kita pahami bersama bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam hal pemenuhan gizi, pola asuh anak, dan perbaikan sanitasi lingkungan.


Kami Sebagai Pendamping Lokal Desa menyampaikan bahwa memiliki peran untuk memfasilitasi pemerintah desa dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, termasuk dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Rembuk Stunting ini merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan desa, karena menjadi forum bersama untuk membahas kondisi riil di lapangan berdasarkan data, serta menyepakati program prioritas yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan dalam menangani permasalahan stunting. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama antar seluruh pihak, baik pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, maupun masyarakat.


Kami juga mendorong agar hasil dari rembuk ini tidak hanya berhenti pada kesepakatan, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program dan kegiatan yang terintegrasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), sehingga memiliki dukungan anggaran yang jelas dan pelaksanaan yang terarah.

Selain itu, penting bagi kita semua untuk terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, serta memastikan bahwa intervensi yang dilakukan menyasar kelompok sasaran secara tepat, seperti ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.


Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan standar usianya.

Secara sederhana, stunting bukan hanya masalah tubuh yang pendek, tetapi juga mencerminkan adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh.


Sebagai akhir dari rangkaian kegiatan Rembuk Stunting, seluruh peserta menyepakati berbagai program prioritas yang akan dilaksanakan sebagai upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di desa. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan rencana kerja desa serta diimplementasikan secara berkelanjutan.

Pendamping lokal desa bersama pemerintah desa akan terus melakukan pengawalan, pemantauan, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah disepakati, sehingga dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak dapat segera menindaklanjuti hasil rembuk dalam bentuk aksi nyata di lapangan. Semoga upaya bersama ini mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa yang akan datang.


Hormat Kami

PLD Paguyaman Pantai


SUBYANTO ABDUL

Kamis, 02 April 2026

KUNJUNGAN LAPANGAN

 Bangga 02 April 2026

Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan program ketahanan pangan, Pendamping Lokal Desa (PLD) melaksanakan kunjungan ke lokasi kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring, evaluasi, serta memberikan pendampingan langsung kepada pengelola BUMDes dalam menjalankan program ketahanan pangan desa.

Kegiatan ini difokuskan pada unit usaha BUMDes yang bergerak di bidang ketahanan pangan, , budidaya perikanan, Dalam kunjungan tersebut, Pendamping Lokal Desa melakukan peninjauan terhadap kondisi lapangan, sistem pengelolaan, serta perkembangan hasil produksi yang telah dicapai.

Selain itu, Pendamping Lokal Desa juga memberikan arahan dan masukan terkait peningkatan produktivitas, pengelolaan usaha yang lebih efektif, serta pentingnya pencatatan administrasi yang baik. Hal ini bertujuan agar kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.

Desa Bangga merupakan Desa yang berada di wilayah Pesisir dan rata-rata Penduduk Desa tersebut 95% adalah Nelayan,sehingga Bumdes yang ada di Desa Bangga tersebut mengelolah kegiatan di bidang Perikanan.


Desa memiliki potensi yang cukup besar di bidang perikanan, khususnya sektor nelayan, yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat. Letak geografis desa yang berada di wilayah pesisir memberikan akses langsung terhadap sumber daya laut yang melimpah, sehingga membuka peluang besar untuk pengembangan ekonomi berbasis kelautan.

Sebagian besar masyarakat desa berprofesi sebagai nelayan tradisional yang memanfaatkan perahu kecil dan alat tangkap sederhana. Hasil tangkapan yang diperoleh antara lain ikan, cumi-cumi, udang, dan berbagai jenis hasil laut lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, hasil tangkapan tersebut juga dipasarkan ke wilayah sekitar.



Kegiatan nelayan merupakan salah satu aktivitas utama masyarakat desa pesisir yang dilakukan secara rutin dan menjadi sumber penghidupan utama. Proses kegiatan ini dimulai sejak dini hari, di mana para nelayan mempersiapkan peralatan tangkap seperti jaring, pancing, serta perlengkapan lainnya sebelum melaut.

Setelah persiapan selesai, nelayan berangkat menuju lokasi penangkapan ikan dengan menggunakan perahu tradisional maupun perahu bermotor. Selama di laut, nelayan melakukan proses penangkapan dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi perairan dan jenis ikan yang menjadi target tangkapan.


Selain kegiatan penangkapan, masyarakat juga melakukan aktivitas pendukung seperti perbaikan alat tangkap, pemeliharaan perahu, serta pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai tambah seperti ikan asin, ikan asap, atau olahan lainnya.

Seluruh proses kegiatan ini melibatkan kerja sama dan pengalaman yang telah diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat nelayan juga sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim, sehingga diperlukan kemampuan adaptasi yang baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melalui proses kegiatan ini, masyarakat nelayan tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga turut mendukung ketersediaan pangan, khususnya sumber protein bagi masyarakat luas.

FASILITASI

 LIMBATIHU,22 MEI 2026 FASILITASI PENINJAUAN LOKASI KAMPUNG NELAYAN DESA MERAH PUTIH Dalam rangka mendukung program pengembangan dan penataa...